Gambar Utama

CD Projekt secara resmi mengonfirmasi adanya layoff atau pemutusan hubungan kerja di divisi The Witcher multiplayer yang dikenal dengan kode nama Project Sirius. Keputusan ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi studio game asal Polandia tersebut dalam pengembangan proyek tersebut.

Berdasarkan laporan yang pertama kali dipublikasikan oleh Kotaku, sebanyak sembilan staf yang bekerja di proyek tersebut harus kehilangan pekerjaan mereka. Dalam pernyataan resmi yang diberikan kepada IGN, CD Projekt mengonfirmasi bahwa empat karyawan di kantor Boston dan lima karyawan di markas besar Warsaw kehilangan posisi mereka.

Penyesuaian Tim yang Signifikan

Selain sembilan karyawan yang terdampak layoff, sembilan karyawan lainnya telah diinformasikan bahwa mereka dapat melamar untuk posisi potensial di proyek-proyek lain dalam ekosistem CD Projekt Red. Data menunjukkan bahwa per 30 April lalu, Project Sirius memiliki 83 staf yang bekerja. Dengan pemotongan ini, jumlah tersebut kini diperkirakan mendekati 60 orang.

Kami menyesuaikan ukuran tim Sirius untuk mencerminkan kebutuhan proyek pada tahap pengembangan ini.

"Kami menyesuaikan ukuran tim Sirius untuk mencerminkan kebutuhan proyek pada tahap pengembangan ini," demikian pernyataan resmi dari CD Projekt. Empat orang di Boston dan lima orang di Warsawa secara resmi meninggalkan perusahaan, sementara sembilan orang lainnya diundang untuk mengikuti proses rekrutmen internal.

Ilustrasi Pendukung 1

Kronologi Kesulitan Project Sirius

CD Projekt membawa studio pengembang The Flame in the Flood, The Molasses Flood yang berbasis di Boston, ke dalam naungan mereka untuk membuat Sirius pada tahun 2021. Namun, proyek ini telah mengalami berbagai kesulitan sejak saat itu.

Perlu dicatat, ini bukan pertama kalinya proyek tersebut mengalami layoff. Pada tahun 2023, CD Projekt mengungkapkan bahwa Sirius memiliki "framework baru" setelah melakukan restart dalam pengembangan, yang kemudian diikuti dengan pemotongan karyawan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama